Study from Books

The way to study from books requires you avoid confusing your perceptions by literalism. You should pick out the ideas, to accord with the heart. Then set the book aside to search through the ideas to cull the principles. Then set aside the principles to get the effect. When you can get the effect, you can absorb it into the mind.

After a long time, if you are completely sincere, the light of mind will naturally overflow, the spirit of knowledge will leap, all will be penetrated, all will be understood. When you get to this point, you should keep it and nurture it. Just do not let it gallop off, lest you lose in terms of essence and life.
 If you do not find out the fundamental meaning of books, and merely want to have a large repertoire of information you can show off in front of people, your talents will not help you cultivate yourself. Insted they will injure your spirit and energy. Then even if you read a lot of books it will not help you on the Way.
 Once you have gotten the meaning of a book, you should store it away securely.

(Wang Che, 15 Statements On The Estabishment Of A Teaching)

Berapa banyak dari kita yang membaca dan belajar hanya untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kita “bisa”, “tahu”, “mengerti”?
Ingat bahwa kebanyakan dari kita dididik belajar untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah; dari TK sampai dengan SMA, mungkin sampai universitas. Guru menghadiahi murid yang terpintar di kelas. Sekolah mengadakan acara pemberian plakat kepada juara umum. Kita diberi hadiah oleh orang tua karena juara kelas.
Sistem pendidikan, baik formal maupun non-formal dalam keluarga, mendorong anak-anak membentuk pengertian bahwa belajar adalah untuk ‘show off’, mendapatkan hadiah dari orang lain.

Saya tidak paham mengapa semenjak SMP harus mempelajari sejarah, yang sampai dengan SMA bahannya itu-itu saja. Apa gunanya belajar fisika Newtonian? Apa gunanya saya belajar kimia, jika ditanya orang soda kue itu apa, saya tidak bisa menjawab? Heran..sedikit sekali pelajaran sejak masuk sekolah sampai lulus universitas yang berguna buat saya. Orang-orang bilang bahwa sebenarnya yang diajarkan itu adalah pola pikir. Betul? Ummm..maybe, tapi toh saya malu saat sadar sekian tahun belajar tapi masih banyak di sekitar saya yang tidak saya ketahui.

Just curious thought, how much knowledge do you think you have after long years of study and how does what you study affects your life?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: