Sisifus Dalam Dendam

Tiada lagi penolongku, yang akan mengusir gunung itu
Entahlah, mengapa nasib di tangannya
hingga dengan mudahnya ia menyiksaku
Bumi tak lagi kupijak dengan kaki
batu tugasku tak jua lenyap
Aku hanya hidup dalam kelelahan dan siksa,
siksa karna hukuman dan diriku
Mengapa dia tak disiksa Juga ?
Padahal dia pun membunuh, bermesum
dan mengejar nyawa dengan petirnya
Dia mendapat kuasa dengan membunuh,
menjadi raja dengan kelicikan

Aku hidup dalam Hades, di mana Pluto menjagaku dengan kegelapannya;
Di mana tiada lagi sinar gembira Protomeus yang dulu kunikmati dengan riangnya.
Sekarang hanya ada sinar suram dari kematian dan siksa
hanya aku… hanya aku yang tersia-sia
Adakah hidup memang harus begini?
Tidakkah manusia harus diberi kesempatan?
Aku hanya dapat berpikir sampai ke situ, tidak lebih
hanya derita ini yang membuatku frustasi.
Derita sepanjang kesia-siaan yang tak kuketahui sebabnya
hanya karena derita itu tiba maka aku harus menjalaninya
Demikian sepanjang hari kulewatkan waktuku,
dengan menggulingkan batu ke puncak gunung,
yang akan jatuh jika hampir mencapai puncaknya.
Itulah deritaku yang berkepanjangan
Tak lagi kuharapkan harapan yang bersayap putih
‘tuk menyentuhku.
Karna harapan tak akan sampai di Hades, di api Tartar;
di situlah aku sekarang ini.

Seluruh harapanku sirna, musna dengan derita ini
Tak kujalani hidup ini sebagaimana layaknya,
hanya derita…derita yang berputus asa
Hidup yang absurd, hidup yang sia-sia
hanya karena sia-sia itulah manusia berjuang,
berjuang dengan tujuan yang sia-sia pula
Hidup tak dapat ditolak, tak dapat diinginkan
Dunia memaksa berjuang, aku pun berjuang karna dunia
dan dunia tidak menjanjikan apa pun
Manusia membuat janji untuk dirinya sendiri, walaupun dia tidak berkuasa
Itulah absurd.
Aku tak tahu mana yang harus kupilih, yang harus kulakukan
semua sama saja, akan berakhir dengan kesia-siaan
dan kekecewaan yang makin menumpuk di hati,
dengan sedikit perasaan aneh terhadap hidup
Ah, ……hidup dan dunia, kalian tak akan dapat kumengerti
Aku hanya tahu rasa lapar yang menyerang perutku,
dan haus yang mengeringkan bibirku,
kantuk yang menguasai mataku, serta dendam dalam hatiku

Jupiter, oh Jupiter, tunggulah aku tiba dengan dendam
bara di hatiku lebih panas dari petirmu
karena kau menghancurkan Korinte dengan amarahmu
Kau tidak tahu, Korinte adalah jiwaku
Dan aku akan tiba,
waktu yang akan membebaskanku dari segala mitologi omong kosong ini dan hukumanmu karena tanpa mitologi ini kau hanyalah sekedar nama,
bukan kuasa, bukan raja
tapi hanya nama orang gila yang haus kekuasaan
Hanya nama, …ingat itu !
Dendamku akan lunas dengan hilangnya mitologi ini
Aku adalah manusia, tidak akan namaku hilang
aku mewakili manusia dalam kesia-siaan
yang menanggung derita dengan tabah dan tetap berjuang,
walau tahu kehampaan tetap menghadang.
Lihatlah aku manusia, ecce homo!
Akulah Sisifus, raja Korinte, yang disiksa dalam Hades bersama api Tartar yang suram, batu dan gunung
dengan dijaga Seberus, anjing berkepala tiga,
lambang kekejaman dan kelicikan.
Namun aku tidak berhenti berjuang,
mengalahkan diriku, kebosanan, dan Jupiter Sang Penguasa
Lihatlah hidup yang sia-sia dalam cerminku,
seperti itulah hidupmu, tidak lebih
Bertahanlah dalam sia-sia, harapan tak lagi muncul,
janji tak akan datang.
Bangkitlah atas nama dirimu,
itulah kau, manusia.

Akulah Sisifus, raja Korinte,
yang bertahan dalam hampa…………
—- Picture of The Unholy

One Response to Sisifus Dalam Dendam

  1. tia says:

    hai. lo ga kenal gw, seperti gw jg ga kenal lo, tp gw sgt tertarik dgn apa yg lo tulis di sini.. krn gw jg sdg merasa seperti sisifus. hidup dalam rutinitas yg hampa, absurd. apa memang kebahagiaan dan absurditas itu akan selalu beriring2an menyertai kehidupan? tdk adakah yg dpt kita lakukan untuk menghindari absurditas itu? hah, frustasi nih gw 0_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: