Jalan

Daun bambu bernyanyi diterpa angin
Gemericik air berkilau merendah

Beribu langkah terlalui
senantiasa memandang keagungan untuk melalui kenistaan
Menggapai tanpa memperoleh
Alur gelap, cahaya bintang membimbing

Bayangan lalu sepanjang horison
tak lenyap oleh sepercik sinar
Kaki tak kuat lagi berlari.

Kerinduan…kerinduan…
bergema di tembok-tembok kosong
Mendung melukis wajah-wajah
Bulan separuh memberi nuansa
Galau hati merengkuh ketiadaan.
Di kejauhan suara-suara memanggil
hati membelokkan langkah
setia pada dirinya sendiri.
Tak ada apa pun ditemui,
hanya kehampaan di depan,
kerinduan di hati,
serta kepenatan kaki.

Bulan bersembunyi,
bintang terusir mendung.
Langit menampakkan keperkasaannya
Petir memekakkan dan menghapus ilusi
Hujan turun,
gerimis,
lebat,
mendinginkan hati.
Aku terus melangkah…

– Diary of Schizophrenic Man:Memoirs,2002 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: