November 25, 2006
Pertemuan yang cepat merambat hati
Jalinan takdir bermain di antara kita.
Timbul keinginan memiliki…keinginan yang tak seharusnya ada
karena manusia lahir sendiri dan telanjang
tak ada sesuatu pun yang dimilikinya…..
Kenangan adalah buah pertemuan
karena tak ada pertemuan tanpa perpisahan
Kenanganlah yang menemani dan menghibur saat-saat hati gundah merana.
Dengannya ditemukan kesejukan dan…senyum.
Apa yang telah berlalu tidak akan terlupakan,
di dalam sanubari tergores ceritera perjalanan
yang membuat kita sampai di tempat sekarang ini
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Ecce Homo, Kontemplasi, Poems |
Permalink
Posted by RP
November 25, 2006
Langit mendung dalam pandangan mata
Berharap hujan yang turun menghapus lara di hati
dan menyapu butir-butir kesunyian.
Dirangkulnya kegelapan malam dengan mesra
bagai sepasang kekasih
Memadu kesunyian…
dan air mata….
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Ecce Homo, Kontemplasi, Poems |
Permalink
Posted by RP
October 9, 2006
Then said Almitra, “Speak to us of Love.”
And he raised his head and looked upon the people, and there fell a stillness upon them. And with a great voice he said:
When love beckons to you follow him,
Though his ways are hard and steep.
And when his wings enfold you yield to him,
Though the sword hidden among his pinions may wound you.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Kontemplasi, Miscellaneous |
Permalink
Posted by RP
August 20, 2006
“Silent is gold” ? What the hell this proverb about?
Suatu saat saya berhadapan dengan orang yang diam padahal ada hal yang perlu dipertanyakan. Mungkin orang tersebut merasa ‘diam’ adalah hal yang baik. Benarkah hal itu?
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Kontemplasi |
Permalink
Posted by RP