Daun bambu bernyanyi diterpa angin
Gemericik air berkilau merendah
Beribu langkah terlalui
senantiasa memandang keagungan untuk melalui kenistaan
Menggapai tanpa memperoleh
Alur gelap, cahaya bintang membimbing
Bayangan lalu sepanjang horison
tak lenyap oleh sepercik sinar
Kaki tak kuat lagi berlari.
Kerinduan…kerinduan…
bergema di tembok-tembok kosong
Mendung melukis wajah-wajah
Bulan separuh memberi nuansa
Galau hati merengkuh ketiadaan.
Di kejauhan suara-suara memanggil
hati membelokkan langkah
setia pada dirinya sendiri.
Tak ada apa pun ditemui,
hanya kehampaan di depan,
kerinduan di hati,
serta kepenatan kaki.
Bulan bersembunyi,
bintang terusir mendung.
Langit menampakkan keperkasaannya
Petir memekakkan dan menghapus ilusi
Hujan turun,
gerimis,
lebat,
mendinginkan hati.
Aku terus melangkah…