October 13, 2006
Penulis: Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Sumber: Editor, 21 April 1990
Jadi orang Cina di negeri ini, di masa ini pula, memang serba salah. Walaupun sudah ganti nama, masih juga ditanyakan ‘nama asli’nya kalau mendaftarkan anak ke sekolah atau jika membuat paspor. Mungkin, karena memang nama yang digunakan terasa tidak pas bagi orang lain, seperti nama Nagaria. Biasanya naga menggambarkan kemarahan dan keganasan. Apakah si naga yang riang gembira ini tertawa-tawa? Hartadinata, terasa lucu, karena tidak klop antara kekayaan dan keanggunan jabatan, antara harta dan nata.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Miscellaneous |
Permalink
Posted by RP
October 13, 2006
LEBIH dari sekadar budayanya yang telah berusia ribuan tahun, diaspora masyarakat Cina ke berbagai belahan dunia adalah salah satu unsur yang membuat kelompok masyarakat ini dikenal di pelosok dunia. Cara hidup mereka yang cenderung eksklusif dan sangat kuat mempertahankan tradisi, membuat mereka menjadi kelompok yang terlihat eksotis-menurut sudut pandang Barat-suatu cara pandang yang telah mendapat kritik karena memandang masyarakat lain berdasarkan kacamata Barat.Imigran dari Cina pertama telah ada di Indonesia bahkan sebelum Belanda merapatkan perahunya di Pelabuhan Sunda Kelapa pada 13 November 1596. Mereka telah menetap dan bertani di seputaran apa yang sekarang dikenal sebagai kawasan Jakarta Kota dan masuk dalam jaringan perdagangan rempah-rempah yang bergerak sampai ke Cina dan Jepang.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Culture & Religion, Miscellaneous |
Permalink
Posted by RP
October 13, 2006
UNDANG-UNDANG tentang KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA 2006
Sebagaimana disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 11 Juli 2006

UNDANG-UNDANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:
a. bahwa negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin potensi, harkat, dan martabat setiap orang sesuai dengan hak asasi manusia;
b. bahwa warga negara merupakan salah satu unsur hakiki dan unsur pokok dari suatu negara yang memiliki hak dan kewajiban yang perlu dilindungi dan dijamin pelaksanaannya;
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Miscellaneous |
Permalink
Posted by RP
October 11, 2006
Sumber : Jelajah Vol 3 Tahun 1999
Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial, yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian (editor: adat kematian ada di posting terpisah).
Read the rest of this entry »
1 Comment |
Culture & Religion |
Permalink
Posted by RP
October 9, 2006
Then said Almitra, “Speak to us of Love.”
And he raised his head and looked upon the people, and there fell a stillness upon them. And with a great voice he said:
When love beckons to you follow him,
Though his ways are hard and steep.
And when his wings enfold you yield to him,
Though the sword hidden among his pinions may wound you.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Kontemplasi, Miscellaneous |
Permalink
Posted by RP
October 9, 2006
I can not promise you that:
I will not change,
I will not have many different moods,
I will not hurt your feelings sometimes,
I will not be erratic,
I will always be strong,
my faults will not show.
But I do promise you that:
I will always be supportive of you,
I will share all my thoughts and feelings with you,
I will give you freedom to be yourself,
I will understand everything that you do,
I will be completely honest with you,
I will laugh and cry with you,
I will help you to achieve all your goals.
But most of all,
I do promise you that I love you.
from Twiki
Leave a Comment » |
Poems |
Permalink
Posted by RP
October 6, 2006
“Hanya Kebajikan Berkenan Thian, Tuhan YME”,
“Sungguh Satu Saja: Kebajikan”
(Su King)
” Di Empat Penjuru Lautan, Semuanya Saudara.”
(Sabda Suci XII: 5)
=================
Episode Pembuka. Gan Hwee Murid Yang Terkasih Senantiasa Tekun Rajin Mengikuti Bimbingan Nabi
Gan Yan dengan menarik napas berkata, “Bila kupandang terasa bertambah tinggi, semakin kugali terasa bertambah dalam. Kadang-kadang kupandang nampak berdiri di muka, sekonyong-konyong ternyata telah ada di belakang.
Demikianlah Guru selalu dengan baik meluaskan pengetahuanku dengan Kitab-Kitab dan melatih diriku dengan Kesusilaan, sehingga walaupun kadang-kadang ingin menghentikan belajar, ternyata tidak dapat.
Aku sudah menggunakan segenap kepandaianku, sehingga terasa teguh dan nampak jelas di mukaku; tetapi untuk mencapainya ternyata masih belum dapat juga.” (Sabda Suci IX: 11).
Ketika Gan Yan bertanya tentang pemerintahan, Nabi bersabda, “Pakailah penanggalan Dinasti He (Iem Lik), gunakanlah ukuran kereta Kerajaan Ien, kenakanlah topi kebesaran Kerajaan Ciu, bersukalah di dalam musik Siau dan Bu. Jauhkanlah musik Negeri Ting dan jauhilah orang-orang yang pandai memutar lidah. Musik Negeri Ting itu membangkitkan nafsu dan orang-orang yang pandai memutar lidah itu membahayakan.” (Sabda Suci XV: 11).
Read the rest of this entry »
1 Comment |
Culture & Religion |
Permalink
Posted by RP
October 6, 2006
The Hundred-Character Tablet
Nurturing energy, forget words and guard it.
Conquer the mind, do nondoing.
In activity and quietude, know the source progenitor.
There is no thing; whom else do you seek?
Real constancy should respond to people;
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Culture & Religion |
Permalink
Posted by RP
October 6, 2006
The way to study from books requires you avoid confusing your perceptions by literalism. You should pick out the ideas, to accord with the heart. Then set the book aside to search through the ideas to cull the principles. Then set aside the principles to get the effect. When you can get the effect, you can absorb it into the mind.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Culture & Religion, Ecce Homo |
Permalink
Posted by RP